ORSPEK


.

Novita Fitriatul Aini Wibowo
Nothopanax scutellarium
Flos

MEMBUAT KOMPOS DENGAN METODE KARUNG
A. Bahan

a. Sampah
1. Sampah coklat (daun kering, rumput kering, serbuk gergaji, serutan kayu, sekam, jerami, kulit jagung, kertas yang tidak mengkilat, tangkai sayuran)
2. Sampah hijau (sayuran, buah-buahan, potongan rumput segar, daun segar, sampah dapur, ampas teh atau kopi, kulit telur, pupuk kandang)

b. Starter
Starter yang digunakan untuk mengurai sampah menjadi kompos disebut dengan MOL (mikro organisme lokal). Langkah-langkah membuat MOL adalah sebagai berikut :
1. Nasi (baru maupun basi) dibentuk bulat sebesar bola ping-pong sebanyak 4 buah.
2. Diamkan selama tiga hari sampai keluar jamur yang berwarna kuning, jingga, dan abu-abu.
3. Bola nasi jamuran kemudian dimasukkan ke dalam botol atau wadah plastik.
4. Tuang air satu gayung yang sudah dicampur gula sebanyak empat sendok makan ke dalam botol atau wadah yang berisi nasi jamuran.
5. Diamkan selama satu minggu. Campuran nasi dan air gula tersebut akan berbau asem seperti tape atau peuyeum
6. MOL sudah bisa digunakan sebagai starter untuk membuat kompos dengan dicampur air. Perbandingan MOL dengan air sebesar 1: 5.

B. Langkah-langkah pengomposan :

1. Potong atau cacah dengan ukuran 2 s/d 3 cm sampah organik yang akan dibuat kompos.
2. Campur sampah coklat dan sampah hijau dengan perbandingan 1: 2. Jika terlalu banyak sampah coklat, pengomposan akan memakan waktu lama.
3. Ratakan sampah yang akan dibuat kompos sebelum dicampur dengan MOL.
4. Sirami permukaan sampah secara merata dengan MOL.
5. Aduk agar MOL tercampur merata. Siram kembali dengan MOL sampai sampah terlihat basah kemudian aduk kembali
6. Masukkan sampah ke dalam karung, setelah diangin-anginkan sebentar.
7. Kemudian karung diikat agar tidak diacak-acak kucing, anjing, atau ayam.
8. Karung ditusuk-tusuk dengan obeng atau alat lainnya secara merata agar oksigen (udara segar) bisa masuk.
9. Simpan di tempat yang tidak kehujanan dan tidak terkena sinar matahari langsung.
10. Seminggu sekali Langkah 3 s/d 8 diulang kembali. Dalam waktu enam minggu kompos sudah jadi dan siap digunakan.
Opini :
Pembuatan kompos dengan metode karung sangat sederhana dan mudah untuk dipraktekkan serta tidak membutuhkan banyak biaya karena semua bahan yang digunakan merupakan sampah yang berada di sekitar kita. Selain itu, dengan memakai kompos berarti kita membantu menjaga bumi dari pencemaran tanah akibat pupuk kimia.
Sumber : http://kampungantenan.blogspot.com

BIOLOGI UMUM


.

RIZHOME, STOLON, TUBER, DAN BULBUS

1. Rhizome /Akar Tinggal /Rimpang

Rhizome adalah tumbuhan menjalar dengan akar merambat di dalam tanah dan daun menjalar di atas permukaan tanah, dan tidak memiliki pucuk seperti pohon-pohonan, serta tidak bergantung pada akar tunggal.

Rhizome atau rimpang adalah sebuah bentuk modifikasi batang tanaman yang menjalar di dalam tanah dan dapat menghasilkan tanaman baru dari ruasnya. Dari ruas dapat tumbuh tunas dan akar, sehingga terbentuk tanaman baru. Temu-temuan (Zingiberaceae) dan paku-pakuan (Pteridophyta) adalah jenis-jenís tanaman yang memiliki organ ini. Jika ujung rhizome atau tunas ketiak tumbuh menjadi tumbuhan baru, maka tumbuhan tersebut tetap bergabung dengan tumbuhan induk dan membentuk rumpun.

Rhizome juga menjadi tempat penyimpanan produk metabolisme tertentu. Pada temu-temuan, rhizome menyimpan banyak alkaloid. Rhizome yang membesar dan menjadi penyimpanan cadangan makanan (biasanya dalam bentuk pati) dinamakan tuber.
Rhizome atau akar tinggal mempunyai cirri-ciri :
1. Bentuk seperti akar, tetapi berbuku-buku seperti batang
2. Pada setiap buku atau ruas terdapat daun yang berubah menjadi sisik
3. Di setiap ketiak sisik terdapat mata tunas
Contoh tanaman Rhizome adalah :
• Keladi
• Alang-alanga
• lengkuas (alpina officinarum)
• jahe (zingiber officinale)
• kunyit ( curcuma domestica)
• kencur (kaempferia galangal)
• temulawak
• lidah mertua (sansivera sp)
2. Stolon / Geragih

Geragih adalah batang horizontal yang menjalar di atas atau di dalam tanah maupun air. Pada buku-buku batangnya tumbuh tunas dan membentuk akar. Setelah beberapa waktu tanaman ini tumbuh memanjang dan menjauhi induknya lalu membengkok ke atas membentuk individu baru. Pada bagian bawah geragih muncul akar serabut, walaupun tetap berhubungan dengan induknya, namun tumbuhan baru itu tidak bergantung pada induknya.

Geragih yang menjalar di sekitar permukaan tanah disebut Stolon. Di sepanjang stolon dapat tumbuh tunas adventisia (liar), dan masing-masing tunas ini dapat menjadi anakan tanaman. Stolon juga merupakan modifikasi batang sebagaimana rhizome. Berbeda dengan rhizome, stolon menjalar di sekitar permukaan tanah.

Geragih atau stolon merupakan modifikasi batang yang biasanya dikembangkan oleh tumbuhan terna.
Contoh tumbuhan geragih diatas permukaan tanah yaitu :
a. Pegagan (centella asiatica)
b. Arbei, dan semanggi
Contoh tumbuhan bergeragih dibawah permukaan tanah yaitu :
a. Rumput teki(cyperus rotundus)
b. Rumput pantai (spinifex sp)
c. Rumput grinting Cynodon dactylon
Contoh tumbuhan bergeragih dibawah permukaan air yaitu :
a. Eceng gondok (Eichornia crassipes)
b. Kangkung
3. Tuber / Umbi batang

Umbi batang adalah batang yang tumbuh ke dalam tanah, ujung batang tersebut menggembung membentuk umbi untuk menyimpan cadangan makanan, terutama zat tepung. Pada suatu lekukan di permukaan batang atau umbi tersebut terdapat daun yang berubah menjadi sisik. Pada ketiak sisik terdapat mata tunas sebagai calon individu baru. Biasanya dihasilkan oleh beberapa spesies Solanaceae dan Asteraceae.

Umbi batang yang tumbuh di bawah permukaan tanah, membesar, dan mengandung banyak pati disebut sebagai tuber.
Contoh tanaman umbi batang antara lain :
• kentang (solanum tuberrodum)
• ubi jalar(ipomoea batatas)
• gadung (dioscorea hispida)
• gambili (dioscorea aculata)
• jagung
• ketela rambak

4. Bulbus / Umbi lapis

Umbi lapis merupakan umbi yang berlapis-lapis dan di bagian pangkalnya terdapat batang sangat pendek yang disebut cakram dan suing yang merupkan tunas sebagai calon individu baru. Umbi lapis terdiri atas daun yang mengelilingi cakram (batang) dan membengkak di dalam tanah. Pada permukaan atas dari setiap buku, tumbuh daun yang tebal dengan satu atau dua kuncup ketiak yang letaknya berdekatan sehingga seperti berlapis-lapis. Pada permukaan bawah dari setiap buku, tumbuh akar serabut tepat dibawah batangnya (cakram). Biasanya dihasilkan oleh famili Alliaceae, amaryllidaceae, dan Liliaceae.

Contoh tanaman umbi lapis yaitu :

• bawang merah (allium cepa)
• bawang putih (allium sativum)
• bawang daun (allium fistulosum)
• bunga bakung (crinum asiaticum)
• bunga tulip
• bawang Bombay


Perbedaan Rhizome, Stolon, tuber, dan Bulbus adalah :

Rhizome

• Batangnya mejalar di dalam tanah
• Individu baru tetap bergabung dengan tumbuhan induk dan membentuk rumpun.

Stolon

• Berupa batang yang menjalar kemudian melengkung ke atas membentuk individu baru
• Individu baru yang dihasilkan tidak bergantung pada induknya
• Menjalar di tanah maupun di air

Tuber
• Banyak mengandung zat pati atau karbohidrat

Bulbus

• Berupa umbi yang berlapis-lapis
• Mempunyai cakram sebagai pangkal dari beberapa umbi
• Mempunyai suing sebagai calon tunas





Sumber : http://www.memesa.blogspot.com
http://www.wikipedia.com

PENDIDIKAN AGAMA


.

MENGUNGKAP RAHASIA LAUT MELALUI
AYAT-AYAT AL QUR’AN
Disusun guna memenuhi tugas akhir mata kuliah Pendidikan Agama Islam






Disusun oleh :

Nama Mahasiswa : Novita Fitriatul Aini Wibowo
Jurusan : Biologi
NIM : M0411050




JURUSAN BIOLOGI
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS SEBELAS MARET
SURAKARTA
2011
KATA PENGANTAR

Segala rasa syukur penulis panjatkan kepada Allah SWT semata. Zat yang menguasai seluruh alam semesta, Maha Rohman dan Maha Rohim. Karena berkat kasih sayangNya makalah ini dapat diselesaikan. Sholawat dan salam penulis tujukan kepada panutan dan uswatun khasanah kita Nabi Muhammad SAW yang telah mentablighkan kepada kita suatu agama kebenaran yaitu dinul islam. Makalah yang berjudul Mengungkap Rahasia Laut Melalui Ayat-ayat Al Qur’an ini, penulis susun guna memenuhi tugas mata kuliah Pendidikan Agama Islam. Diharapkan makalah ini dapat memunculkan suatu dorongan bagi kita sebagai generasi muda islam untuk mengkaji isi Al Qur’an secara menyeluruh. Semoga dengan membaca makalah ini dapat meningkatkan keimanan dan ketakwaan kita kepada Allah SWT, serta dapat memberikan manfaat khususnya bagi penulis sendiri dan bagi pembaca pada umumnya. Penulis sangat mengharapkan kritik dan saran dari pembaca berkenaan dengan isi dari makalah ini. Dan akhirnya penulis mengucapkan selamat membaca dan menyelami kandungan ayat-ayat al Qur’anul karim.





Hormat kami

penulis







BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar belakang
Lingkungan meliputi segala sesuatu yang ada di sekitar kita. Lingkungan terdiri dari lingkungan biotik dan lingkungan abiotik. Lingkungan biotik meliputi seluruh benda hidup yang berada di sekitar kita seperti manusia, hewan, dan tumbuhan serta organisme-organisme yang ada di dalamnya. Lingkungan abiotik meliputi seluruh benda tak hidup yang berada di sekitar kita seperti air, tanah, dan udara. Seperti yang kita tahu bahwa sepertiga dari bumi berupa lautan. Dimana di dalam lautan tersimpan berbagai kekayaan alam yang sangat banyak. Seperti berbagai jenis spesies ikan, terumbu karang, dan jenis biota laut lainnya yang sangat bermanfaat bagi kehidupan manusia. Al Qur’an sebagai kitab suci agama islam sekaligus pedoman hidup umat islam tidak hanya membahas tentang ajaran ibadah semata, melainkan juga menuliskan tentang lingkungan hidup. Dalam al-qur’an, setidaknya terdapat 40 ayat yang secara khusus mambahas dan membicarakan tentang laut, lautan, atau kelautan. Secara garis besar, ayat-ayat tersebut menginformasikan bahwa laut adalah sumber daya alam yang sangat potensial. Air (laut) dan tanah merupakan dua sumber senyawa makhluk hidup. Komponen biologis manusia misalnya, tak luput dari kedua sumber tersebut. Akhir-akhir ini banyak temuan keajaiban tentang lautan. Dimana talah ditemukan fenomena alam yang sangat menakjubkan dari dasar laut yang ditemukan oleh para ilmuan. Dalam makalah ini penulis mencoba mengaitkan penemuan-penemuan para ilmuan itu dengan ayat-ayat Al Qur’an. Selain itu, makalah ini juga bertujuan untuk mengetahui seberapa besar peran agama islam dalam menjaga kelestarian lingkungan, khususnya lingkungan laut.




B. Rumusan masalah
1. Apasajakah manfaat laut bagi kehidupan manusia?
2. Apasajakah keajaiban laut yang tertulis di dalam Al Qur’an?
3. Bagaimana peran islam dalam menjaga kelestarian laut?

C. Tujuan
1. Mengetahui manfaat laut bagi kehidupan manusia
2. Mengetahui keajaiban di dalam laut yang tertulis di dalam Al Qur’an
3. Mengetahui peran islam dalam menjaga kelestarian laut

D. Manfaat
1. Dapat mengetahui manfaat laut bagi kehidupan manusia
2. Menambah keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT
3. Menambah motivasi untuk ikut berperan serta dalam menjaga kelestarian laut

















BAB II
KAJIAN TEORI

A. Pengertian
Pengertian laut menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia Edisi Keempat ( 2008 ) adalah kumpulan air asin ( dalam jumlah yang banyak dan luas ) yang menggenangi dan membagi daratan atas benua atau pulau. Ada juga yang berpendapat bahwa laut merupakan kumpulan air yang sangat luas di permukaan bumi yang memisahkan atau menghubungkan suatu benua atau pulau dengan benua atau pulau lainnya. Air yang terdapat di laut terdiri dari campuran 96,5% air murni dan 3,5% material lainnya, seperti garam-garaman, gas-gas terlarut, bahan-bahan organik dan partikel-partikel tak terlarut. Di tempat inilah hidup hewan-hewan air asin dan tumbuh-tumbuhan air asin yang sangat banyak ragamnya. Makhluk hidup yang hidup di laut meliputi jenis ikan, flora laut, kerang dan lain-lain.

B. Susunan kimiawi air laut
Selain air murni ( H2O) air laut mengandung garam. Karena itu rasanya menjadi asin. Rata-rata air laut mengandung 3,5 % garam. Artinya dalam setiap 1 kg air laut mengandung 35 gram garam. Zat-zat yang ada dalam garam air laut adalah sebagai berikut :
• NaCl ( 77,75 % )
• K2SO4 ( 2,46 % )
• MgCl2 ( 10,78 % )
• MgBr2 ( 0.21 % )
• MgSO4 ( 4,73 % )
• CaSO4 ( 3,69 % )
• CaCO3 ( 0,34 % )




C. Jenis-jenis laut
Menurut cara terjadinya, ada tiga jenis laut, yaitu sebagai berikut :
1. Laut ingresi, yaitu laut yang terjadi karena adanya penurunan dasar laut dengan kedalaman lebih dari 200 m.
2. Laut transgresi ( laut yang meluas ), yaitu laut yang terjadi karena adanya peninggian permukaan air laut dengan kedalaman kurang dari 200 m.
3. Laut regresi ( laut yang menyempit ), yaitu penyempitan laut yang terjadi karena adanya pengendapan oleh batuan ( pasir, lumpur, dan lain-lain ) yang dibawa oleh sungai-sungai yang bermuara di laut tersebut.
Adapun menurut letaknya laut dibedakan menjadi tiga, sebagai berikut :
1. Laut tepi adalah laut yang berada di tepi benua
2. Laut pedalaman adalah laut yang seluruhnya hampir dikelilingi oleh daratan benua.
3. Laut pertengahan adalah laut yang berada diantara benua-benua.
Di dalam Al Qur’an cukup banyak, ayat-ayat yang membicarakan tentang laut, salah satunya dalm Surat Al Baqarah ayat 164 yang artinya : “Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, silih bergantinya malam dan siang, bahtera yang berlayar di laut membawa apa yang berguna bagi manusia, dan apa yang Allah turunkan dari langit berupa air, lalu dengan air itu Dia hidupkan bumi sesudah mati (kering)-nya dan Dia sebarkan di bumi itu segala jenis hewan, dan pengisaran angin dan awan yang dikendalikan antara langit dan bumi, sungguh (terdapat) tanda-tanda (keesaan dan kebesaran Allah) bagi kaum yang memikirkan.”

D. Manfaat laut
Di dalam laut tersimpan berbagai sumber kehidupan yang dapat memenuhi kebutuhan manusia. Diantara manfaat laut bagi kehidupan manusia antara lain :
a. Sebagai sumber makanan
Laut menghasilkan berbagai jenis bahan makanan yang kita konsumsi sehari-hari seperti ikan, kerang, rumput laut dan lainnya. Dalam Surat An Nahl ayat 14 yang artinya: “Dan Dialah Allah yang menundukkan lautan (untukmu) agar kamu dapat memakan daripadanya daging yang segar, dan kamu mengeluarkan dari lautan perhiasan yang kami pakai. Kamu melihat bahtera berlayar padanya, dan supaya kamu mencari (keuntungan) dari karunia-Nya supaya kamu bersyukur.”
b. Sebagai sumber obat-obatan
Laut menghasilkan bahan-bahan yang dapat dipergunakan untuk membuat obat - obatan, kosmetika, dan lain sebagainya.
c. Sebagai tempat rekreasi dan wisata
Laut yang indah pantai yang bersih dan segala ekosistemnya yang terjaga merupakan tempat rekreasi dan wisata yang paling menyenangkan yang dapat memberikan kedamaian dan kenyamanan.
d. Sebagai objek riset penelitian dan pendidikan
Dengan melihat keindahan laut membuat kita menjadi ingin tahu dan rasa ingin tau inilah yang akan menambah pengetahuan, dan menjadikan laut sebagai tempat objek penelitian.
e. Sebagai jalur transportasi air
Laut digunakan sebagi jalur lalu lintas kapal antar pulau ataupun antar benua.
f. Sebagai sumber pembangkit listrik
Laut dimanfaatkan sebagai pembangkit listrik yang berfungsi menggerakkan turbin-turbin yang dipasang di dalamnya.
g. Mengurangi terjadinya pemanasan global
Laut mempunyai peran yang sangat penting dalam siklus kehidupan. Dimana laut sebagai penyerap karbon doksida (CO2). Di dalam laut terdapat fitoplankton (alga) yang membutuhkan karbon dari gas CO2 untuk ia berfotosintesis. Gas CO2 ini mereka serap dari atmosfer. Dengannya, plankton bisa melangsungkan kehidupannya. Plankton kemudian menjadi makanan bagi ikan-ikan di laut. Dan ikan-ikan ini yang akan dikonsumsi oleh manusia. Binatang bercangkang seperti kerang juga menyerap karbon untuk membuat cangkang mereka, sehingga kehidupan binatang bercangkang ini bisa bertahan dengan baik di habitatnya (di laut). Gas CO2 adalah gasyang sangat berperan menciptakan iklim panas di alam dunia ini, atau dengan kata lain sebagai penyebab pemanasan global. Pemanasan global muncul karena gas CO2 semakin banyak yang naik ke atmosfer. Kenaikan gas CO2 itu disebabkan oleh banyaknya pembakaran bahan bakar minyak (BBM), batu bara dan bahan bakar organik lainnya di bumi. Ini juga berarti laut sangat membantu di dalam mengurangi tingkat keracunan manusia yang disebabkan oleh gas tersebut.
Sejak berabad-abad yang lalu Alquran berbicara soal manfaat laut bagi peningkatan taraf hidup manusia. Kini terbukti, negara-negara yang pandai memanfaatkan potensi lautnya, menjadi negara yang makmur dan mendapatmempunyai kekayaan yang sangat berlimpah.





















BAB III
MENGUNGKAP RAHASIA LAUT MELALUI AYAT- AYAT
AL QUR’AN

Al-Qur'an telah 1400 tahun lalu memberikan rahasia kekayaan yang ada di lautan. Prof. Zaghoul dari Universitas of Petroleom, Dahran, Saudi Arabia, pernah mengamati kandungan Al-Qur'an yang mengungkap misteri lautan. Menurutnya, ada sekitar 460 ayat yang mengungkap kandungan bumi dengan sangat rinci. Menyangkut bentuk, gerakan, dan asal-usulnya. Gunung-gunung, asal muasal atmosfer dan hidrosfer, serta kegelapan di lautan. Juga termasuk berbagai fenomena ilmu bumi (earthscience) dengan sangat rinci. Menyangkut geologi, geofisika, geokimia, geografi dan geodesi.
Akurasi Alquran dalam membahas soal lautan terlihat dari perbandingan jumlah ayat. Di dalam Al quran terdapat 32 ayat yang menyebut kata ”laut”. Sedang kata “darat” terkandung dalam 13 ayat Al quran. Apabila dijumlahkan, keduanya menjadi 45 ayat. Angka 32 itu sama dengan 71,11 persen dari 45. Sedang 13 itu identik dengan 28,22 persen dari 45. Berdasar ilmu hitungan sains, ternyata memang 71,11 persen bumi ini berupa lautan dan 28,88 persen berupa daratan.
Beberapa enomena-fenomena lautan yang tertulis di dalam Al Qur’an adalah sebagai berikut :
1. Keganasan gelombang laut
Jauh sebelum lahirnya pakar-pakar tsunami dan gelombang laut, Al-Qur’an telah menjelaskan akan keganasan gelombang laut. Hal ini telah tertulis di dalam Al Qur’an yang artinya :“Atau seperti gelap gulita di lautan yang dalam, yang diliputi oleh ombak, yang di atasnya ombak (pula), di atasnya (lagi) awan, gelap gulita yang bertindih-tindih, tiadalah dia dapat melihatnya, (dan) barangsiapa oleh Allah tiada diberi cahaya (petunjuk) oleh Allah tiadalah dia mempunyai cahaya sedikitnya.” (QS. An-Nur: 40).
Ayat tersebut mengatakan bahwa air di laut yang dalam diliputi oleh ombak dan di atas ombak ini ada ombak lain. Sangat jelas bagi kita bahwa lapisan ombak yang ke dua ini adalah ombak di permukaan laut yang biasa kita lihat, karena ayat tersebut menyebutkan adanya awan di atasnya.
Kemudian untuk ombak yang disebutkan pertama, para ilmuwan telah menemukan pada masa sekarang adanya ombak dalam (internal waves) yang terjadi pada batas pertemuan dua lapisan air yang memiliki perbedaan kepekatan. Ombak dalam terjadi pada permukaan lapisan air di kedalaman lautan karena ia memiliki kepekatan yang lebih tinggi dibandingkan dengan air di atasnya. Ombak dalam berperilaku mirip ombak permukaan. Ia juga bisa pecah seperti ombak di permukaan laut. Namun ombak dalam tidak bisa terlihat oleh mata biasa. Ia hanya bisa dideteksi melalui peralatan canggih dengan mempelajari perubahan suhu dan kandungan garam pada suatu lokasi tertentu.
Kemudian QS. At-Thur ayat 6 yang isinya berbunyi : “Dan lautan yang di dalam tanahnya ada api.” Api disini setelah diteliti oleh para pakar tsunami adalah sebuah gempa dasar laut.
Istilah gelombang yang bergulung-gulung, dan api yang keluar dari dasar lautan itu sudah ada sejak 1.400 tahun lalu, sebelum pakar-pakar tsunami mampu menjelaskan adanya ombak berbahaya dan menakutkan ataupun gempa di dasar lautan.

2. Laut-laut tidak saling bercampur
Salah satu sifat lautan yang baru-baru ini ditemukan berkaitan dengan ayat Al Qur’an surah Ar Rahman ayat 19-55 yang artinya :“ Dia membiarkan dua lautan mengalir yang keduanya kemudian bertemu, antara keduanya ada batas yang tidak dilampaui oleh masing-masing.”
Sifat lautan yang saling bertemu tetapi tidak saling bercampur ini telah ditemukan oleh para ahli kelautan baru-baru ini, hal ini disebabkan gaya fisika yang disebut tegangan permukaan. Tegangan permukaan ini disebabkan oleh adanya perbedaan masa jenis antar keduanya mencegah lautan bercampur satu sama lain, seolah terdapat dinding tipis yang memisahkan mereka.
Fenomena ini ditemui pada air laut Mediterania memasuki Atlantik melalui Gibraltar. Tetapi tempetur , salinitas, dan kekerapan mereka tidak berubah, karena pembatas yang memisahkan mereka. Meskipun ada gelombang besar, arus kuat, dan pasang di laut-laut ini, mereka tidak saling bercampur, dan tidak pula melintasi pembatas di antara mereka. Hal tersebut terbukti secara ilmiah.
Ada beberapa ayat Al Qur’an lain yang juga menjelaskan fenomena ini, diantaranya surat Al Furqan ayat 53 yang artinya : “Dan Dialah yang membiarkan dua laut mengalir (berdampingan) , yang ini tawar lagi segar dan yang lain masin lagi pahit, dan Dia jadikan antara keduanya dinding dan batas yang menghalangi.”
Sisi menarik dari hal ini adalah bahwa pada masa ketika manusia tidak memiliki pengetahuan apa pun mengenai fisika, tegangan permukaan, maupun ilmu kelautan, hal ini telah diungkap dalam Al Qur’an. (Harun Yahya,2004)
Berbagai macam fenomena menakjubkan ini mengingatkan kita pada salah satu ayat Al Qur’an surat Fushilat ayat 53 yang artinya : “Akan Kami perlihatkan secepatnya kepada mereka kelak, bukti-bukti kebenaran Kami di segenap penjuru dunia ini dan pada diri mereka sendiri, sampai terang kepada mereka, bahwa al-Quran ini suatu kebenaran. Belumkah cukup bahwa Tuhan engkau itu menyaksikan segala sesuatu.” (QS. Fushshilat : 53).

3. Sungai di dalam laut
Di Cenote Angelita, Mexico ada sebuah gua. Pada kedalaman 30 meter, airnya air segar (tawar), namun pada kedalaman lebih dari 60 meter, airnya menjadi air asin, disana terlihat sebuah sungai di dasarnya, lengkap dengan pohon dan daun daunan. Sebagian pengkaji mengatakan, itu bukanlah sungai biasa, itu adalah lapisan hidrogen sulfide yang nampak seperti sungai.
Mr.Jacques Yves Costeau , ia seorang ahli oceanografer dan ahli selam terkemuka dari Perancis. Orang tua yang berambut putih ini sepanjang hidupnya menyelam ke perbagai dasar samudera di seantero dunia dan membuat filem dokumentari tentang keindahan alam dasar laut untuk ditonton di seluruh dunia.
Pada suatu hari ketika sedang melakukan eksplorasi di bawah laut, tiba-tiba ia menemui beberapa kumpulan mata air tawar segar yang sangat sedap rasanya kerana tidak bercampur atau tidak melebur dengan air laut yang masin di sekelilingnya, seolah-olah ada dinding atau membran yang membatasi keduanya.
Fenomena menakjubkan itu memeningkan Mr. Costeau dan mendorongnya untuk mencari penyebab terpisahnya air tawar dari air masin di tengah-tengah lautan. Ia mulai berfikir, jangan-jangan itu hanya halusinansi atau khalayan sewaktu menyelam. Waktu pun terus berlalu setelah kejadian tersebut, namun ia tak kunjung mendapatkan jawaban yang memuaskan tentang fenomena ganjil tersebut.
Sampai pada suatu hari ia bertemu dengan seorang profesor Muslim, kemudian ia pun menceritakan fenomena ganjil itu. Profesor itu teringat pada ayat Al Quran tentang bertemunya dua lautan yaitu surat Ar-Rahman ayat 19-20, yang sering diidentikkan dengan Terusan Suez .
Selain itu, dalam beberapa kitab tafsir, ayat tentang bertemunya dua lautan tapi tak bercampur airnya diartikan sebagai lokasi muara sungai, di mana terjadi pertemuan antara air tawar dari sungai dan air masin dari laut. Namun tafsir itu tidak menjelaskan ayat berikutnya dari surat Ar-Rahman ayat 22 yang artinya “Keluar dari keduanya mutiara dan marjan.” Padahal di muara sungai tidak ditemukan mutiara.
Terpesonalah Mr. Costeau mendengar ayat-ayat Al Qur’an itu, melebihi kekagumannya melihat keajaiban pemandangan yang pernah dilihatnya di lautan yang dalam. Al Qur’an ini mustahil disusun oleh Muhammad yang hidup di abad ke tujuh, suatu zaman saat belum ada peralatan selam yang canggih untuk mencapai lokasi yang jauh terpencil di kedalaman samudera. Benar-benar suatu mukjizat, berita tentang fenomena menakjubkan 14 abad yang silam akhirnya terbukti pada abad 20. Mr. Costeau pun berkata bahwa Al Qur’an memang sesungguhnya kitab suci yang berisi firman Allah, yang seluruh kandungannya mutlak benar. Dengan seketika dia pun memeluk Islam.

4. Kegelapan di laut dalam
Antara 3 hingga 30 persen cahaya matahari dipantulkan oleh permukaan laut. Selanjutnya, hampir semua warna dari spektrum cahaya akan diserap secara berturut-turut pada 200 meter pertama, kecuali warna biru. Ombak dalam pada batas pertemuan dua lapisan air yang berbeda kepekatan. Satu lapisan pekat (di bawah) dan yang lainnya lebih encer (di atas). (Gross,1993).
Allah berfirman di dalam Al Qur'an yang artinya : “Atau seperti gelap gulita di lautan yang dalam, yang diliputi oleh ombak, yang di atasnya ombak (pula), di atasnya (lagi) awan gelap gulita yang tindih-bertindih, apabila dia mengeluarkan tangannya, tiadalah dia dapat melihatnya, (dan) barangsiapa yang tiada diberi cahaya (petunjuk) oleh Allah tiadalah dia mempunyai cahaya sedikitpun.” (Al Qur'an, An-Nur : 40)
Ayat ini menyebutkan kegelapan yang dapat ditemukan di laut dalam, di mana jika seseorang menjulurkan tangan ia tak akan bisa melihatnya. Kegelapan di dalam lautan dan samudera ditemukan sekitar kedalaman 200 meter ke bawah. Pada kedalaman ini, hampir-hampir tidak ada cahaya lagi.
Manusia tidak berkemampuan menyelam lebih dari kedalaman 40 meter tanpa bantuan kapal selam atau peralatan khusus. Manusia tak akan bertahan tanpa perlengkapan di bagian gelap dari lautan, semisal pada kedalaman 200 meter. Gelapnya kedalaman laut ini hanya diketahui oleh para ilmuwan di masa sekarang melalui berbagai peralatan khusus dan kapal atau peralatan selam yang memungkinkan mereka menyelam ke kedalaman lautan. Tanpa peralatan khusus, tidak mungkin manusia di jaman Nabi Muhammad SAW mengetahui bagaimana bentuk kegelapan di dalam lautan. Ini membuktikan bahwa Al Qur'an diturunkan oleh Allah Yang Maha Mengetahui.

Peran islam dalam menjaga kelestarian lautan
Dr Abdul Basith Jamal dan Dr. Daliya Shadiq Jamal mengatakan bahwa sesungguhnya Allah telah menciptakan alam semesta ini dengan suatu sistem dan mekanisme yang sangat mengagumkan sekaligus teliti dan detail. Sehingga keseimbangannya terjaga, meskipun di alam semesta ini selalu terjadi perubahan-perubahan yang tidak ada habis-habisnya.
Rasulullah SAW telah mendidik kita untuk menjaga ekosistem alam, sebagaimana sabda beliau : “Barangsiapa di antara orang Islam yang menanam tanaman maka hasil tanamannya yang dimakan akan menjadi sedekahnya, dan hasil tanaman yang dicuri akan menjadi sedekah. Dan barangsiapa yang merusak tanamannya, maka akan menjadi sedekahnya sampai hari kiamat.” (HR. Muslim).
Senada dengan hal tersebut, Allah telah menerangkannya kepada kita, “Dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi, sesudah (Allah) memperbaikinya dan berdoalah kepada-Nya dengan rasa takut dan harapan. Sesungguhnya Allah amat dekat kepada orang yang berbuat baik.” (QS. Al-A'raf : 56)
Sebenarnya semua kerusakan lingkungan adalah akibat dari ulah tangan manusia itu sendiri. Seperti firman Allah SWT : “Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia.” (Ar-Rum : ayat 41)
Salah satu problema yang menjadi perhatian para ilmuwan adalah pencemaran minyak di sebagian perairan di dunia yang menyebabkan kematian berbagai jenis binatang laut dalam jumlah yang besar. Hal ini mendorong para aktivis lingkungan hidup untuk memikirkan solusi atas problema ini.
Untuk itu mereka memanfaatkan teknologi tinggi dengan menggunakan satu jenis bakteria yang dihasilkan dari rekayasa genetika yang memiliki manfaat dalam menguraikan cairan minyak yang mengambang di atas permukaan air laut. Namun sayangnya, apa yang mereka lakukan, ternyata mengandung akibat yang sama buruknya. Karena bakteria yang mereka ciptakan, ternyata mengandung zat racun yang dapat merusak tabiat air disamping menutupi penetrasi oksigen ke dalam air, padahal oksigen tersebut diperlukan bagi keberlangsungan binatang-binatang yang terdapat di laut.
Periatiwa tersebut adalh salah satu contoh kerusakan lingkungan yang diakibatkan oleh pengaplikasian ilmu pengetahuan dan teknologi yang tidak melihat manfaat dan kerugiannnya bagi lingkungan sekitar.
Sebagai seorang muslim kita harus senantiasa menjaga dan merawat lingkungan laut dengan semaksimal mungkin. Karena Al Qur’an menyuruh kita untuk melestarikan lingkungan. Adapun upaya untuk melestarikan laut dapat dilakukan dengan cara :
1. Melakukan reklamasi pantai dengan menanam kembali tanaman bakau di areal sekitar pantai.
2. Melarang pengambilan batu karang yang ada di sekitar pantai maupun di dasar laut, karena karang merupakan habitat ikan dan tanaman laut.
3. Melarang pemakaian bahan peledak dan bahan kimia lainnya dalam mencari ikan.
4. Melarang pemakaian pukat harimau untuk mencari ikan.
Menyadari banyaknya masalah lingkungan hidup, langkah pertama pemecahannya adalah peningkatan ukhuwah (kerjasama) antar ilmuwan dan alim-ulama agar bahu-membahu mampu mengemban amanat Allah untuk memelihara bumi. Salah satu hasil kerjasama tersebut adalah program pelatihan bagi para tokoh agama untuk memperdalam wawasan lingkungan hidup. Solusi jangka pendek lainnya adalah penyusunan program pemeliharaan lingkungan sebagai materi khutbah jumat, serta penerbitan fatwa untuk menghentikan pencemaran sungai.
Salah satu contoh pendekatan pelestarian lingkungan melalui Al-Qur’an dan Al-Hadits yang berhasil adalah di Tanzania. Bekerjasama dengan CARE-organisasi bantuan untuk memberantas kemiskinan di dunia-IFEES menggelar pertemuan dengan para pemuka agama dan para nelayan untuk mendiskusikan bagaimana hubungan antara ayat-ayat yang ada dalam al-Quran dengan pemanfaatan sumber daya alam dan lingkungan. Dengan menggunakan ayat-ayat al-Quran serta hadist, mereka berusaha meyakinkan para nelayan untuk tidak lagi menggunakan dinamit, jala dan tombak ketika menangkap ikan.
IFEES juga bekerjasama dengan Misali Island Conservation (MICA)-lembaga yang bergerak dalam perlindungan terumbu karang-untuk melatih para imam-imam masjid di Tanzania agar mampu menyampaikan pesan tentang pentingnya menjaga kelestarian lingkungan lewat khutbah-khutbah Jumat mereka. IFEES yang berbasis di Inggris, adalah salah satu organisasi yang pada tahun 1998 meluncurkan proyek penyadaran kelestarian lingkungan dengan menggunakan basis ajaran Islam. “Kami mencari ajaran-ajaran yang sudah terlupakan itu dan mengumpulkannya kembali dalam bentuk yang modern, “ kata Khalid
“Saya sekarang tahu bahwa cara saya menangkap ikan selama ini sudah merusak lingkungan. Konservasi ini bukan dari mzungu (kata untuk menyebut orang kulit putih dalam bahasa Swahili, yang digunakan di seluruh Afrika Timur), tapi dari al-Quran, " ujar Salim Haji, seorang nelayan di sebuah pulau kecil. Proyek ini membuahkan hasil setahun setelah diluncurkan, terutama di Misali dan kepulauan Zanzibar yang didominasi warga Muslim. Saat ini, banyak nelayan di Misali yang sudah mengganti alat penangkap ikannya dengan alat yang lebih ramah lingkungan dan tidak bertentangan dengan ajaran Islam


















BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
1. Manfaat laut bagi kehidupan manusia antara lain : sebagai sumber makanan, sebagai sumber obat-obatan, sebagai tempat rekreasi atau wisata, sebagai objek riset penelitian dan pendidikan, sebagai jalur transportasi air, pembangkit listrik tenaga ombak dan mengurangi pemanasan global.
2. Di dalam Al Qur’an telah dibahas berbagai hal mengenai lautan seperti perbedaan rasa asin pada air laut, adanya sungai di dalam laut, gelombang laut, kegelapan di dalam laut, dan air laut yang tidak bercampur satu sama lain.
3. Islam adalah agama yang sangat mendorong manusia untuk menjaga dan melestarikan lingkungan hidup terutama lingkungan laut. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya ayat al Qur’an yang membahas tentang lingkungan hidup.

B. Saran
1. Sebagai seorang muslim sudah sepantasnya kita mengkaji dan menelaah ayat-ayat Al Qur’an secara seksama, karena kunci kebahagiaan dan kesejahteraan hidup manusia telah ditulis di dalamnya.
2. Sebagai seorang mahasiswa muslim kita harus bisa menerapkan dan memberi contoh terbaik kepada masyarakat dalam upaya menjaga kelestarian laut.








REFERENSI

S.Djamil,Agus. 2004 . Al Qur’an dan Lautan. Bandung : Arasy
Yahya,Harun. 2004 . Al Qur’an dan Sains. Diterjemahkan oleh Tim Penerjemah Hikmah Teladan. Bandung : Dzikra
Elder, Danny. Pernetta, John. 1991. Oceans . London : Mitchell Beazley
Gross, M. Grant . 1993 . Oceanography a View of Earth 6 Edition . Englewood Cliffs : Prentice-Hall Inc
http://organisasi.org/definisi-pengertian-laut-jenis-macam-laut-fungsi-peran-manfaat-laut diakses pada sabtu, 10 Desember 2011 pukul 00.09 wib
http://smsrsd-infopenting.blogspot.com/2011/01/rahasia-kandungan-al-quran-tentang laut diakses pada minggu 11 Desember 2011 pukul 22.39 wib
http://id.shvoong.com/exact-sciences/earth-sciences/2188381-manfaat-laut-bagi-kehidupan-manusia/ diakses pada selasa,27 Desember 2011 pukul 13.30 wib









PENDIDIKAN AGAMA


.

TUGAS PENDIDIKAN AGAMA
KAITAN ANTARA IMAN DAN AMAL SHOLEH




Oleh :

Nama Mahasiswa : Novita Fitriatul Aini Wibowo
Jurusan : Biologi
NIM : M0411050



FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS SEBELAS MARET
SURAKARTA
2011
KAITAN ANTARA IMAN DAN AMAL SHOLEH

Oleh Buya H.Mas’oed Abidin

Firman Allah SWT :
الْبَرِيَّةِ خَيْرُ هُمْ أُولَئِكَ الصَّالِحَاتِ وَعَمِلُوا اءَامَنُوالَّذِينَ إِنَّ
“Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal shaleh, mereka itu adalah sebaik-baik makhluk.” (Q.S. Al Bayyinah: 7)
Dalam Al Qur’an sering kita dapati kata iman yang senantiasa dengan kata amal shaleh. Penggandaan kedua kata ini bukan tidak memiliki makna yang berarti, bahkan sebaliknya mengandung pengertian yang amat dalam.
Keimanan tidak pernah terpisah dari prilaku amal shaleh. Orang-orang yang benar-benar beriman akan selalu mengaplikasikan keimanannya dengan mengerjakan amal shaleh. Lebih lanjut Rasulullah dalam beberapa hadisnya menerangkan prilaku orang-orang yang beriman, di antaranya :
“Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka hendaklah ia menghormati tamunya”. (H.R. Muslim)
“Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka hendaklah ia tidak menyakiti tetangganya (HR. Bukhari & Muslim)
“Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka hendaklah ia berkata yang baik-baik atau diam (HR. Bukhari & Muslim)
Ketiga hadis di atas seolah mengindikasikan bahwa tanpa amal shaleh, iman seseorang belumlah sempurna. Sebab iman tidak hanya berucap dengan lisan, dan teryakini dalam hati, tapi lebih dari itu harus pula diaplikasikan dalam perbuatan amal shaleh.
Hubungan antara iman dan amal shaleh ini tampak jelas dalam firman Allah SWT surat Al Baqarah ayat 2-3, bahwa orang yang bertaqwa adalah mereka yang beriman kepada Yang Ghaib (Allah), mendirikan shalat dan menafkahkan sebagian rezeki yang Allah berikan kepada mereka. Pada ayat ini, perbuatan amal shaleh seperti shalat: shalat yang merupakan amal shaleh terhadap Allah dan menafkahkan harta yang merupakan amal shaleh terhadap sesama manusia, terlaksana setelah seseorang beriman kepada Yang Ghaib (Allah). Dengan demikian jelaslah bagi kita bahwa iman yang benar adalah yang senantiasa diiringi dengan perbuatan amal shaleh.
Adapun orang yang mengerjakan amal shaleh dinamakan orang yang shaleh. Sementara prilaku amal shaleh tersebut kita kenal dengan istilah keshalehan. Istilah keshalehan pada akhir-akhir ini telah berkembang secara dikotomis. Ada yang mengistilahkannya dengan keshalehan ritual, dan ada pula yang mengistilahkannya dengan keshalehan sosial. Jadi di dalam Islam seolah¬-olah memang ada dua macam bentuk keshalehan.
Keshalehan ritual mereka identikkan dengan prilaku amal shaleh yang berhubungan dengan ibadah mahdhah, yakni ibadah yang semata-mata langsung berhubungan dengan Allah (hablun minallah), seperti shalat, puasa dan haji. Adapun istilah keshalehan sosial identik dengan prilaku seseorang yang mengerjakan amal shaleh yang berhubungan dengan mu‘amalah terhadap sesama manusia (hablun minannas), seperti kepedulian sosial, menyantuni anak yatim dan fakir miskin, suka menolong. mengayomi masyarakat dan sebagainya.
Padahal dalam Al Qur’an sutar Al Baqarah 2-3, sebagaimana yang diuraikan di atas, bahwasanya Allah SWT tidak membeda-bedakan perbuatan amal shaleh dalam prioritas tertentu. baik amal shaleh dalam kaitannya dengan hablun minallah ataupun amal shaleh dalam kaitannya dengan hablun minannas. Karena amal shaleh yang sebenarnya adalah keseimbangan antara keduanya.
Munculnya dikotomi dalam istilah keshalehan ini memang bermula dari fenomena kehidupan keberagamaan kaum muslimin sendiri. Di mana sering dijumpai sekelompok orang yang tekun beribadah, hidup dalam kezuhudan, bahkan ada yang berkali-kali menunaikan ibadah haji, namun kurang peduli akan keadaan dan nasib masyarakat dan saudara-saudaranya yang ada di sekelilingnya. Hatinya tidak tergerak untuk membantu saudara-saudaranya yang lemah (dhu ‘afa’), tertindas. Tidak turut serta menegakkan amar ma’ruf-nahi munkar, seolah-olah ibadah yang ia kerjakan yang penting untuk dan demi dirinya sendiri. Dan seolah-olah Islam hanya mengajarkan umatnya untuk bermu ‘amalah kepada Allah belaka.
Sebaliknya. sering juga dijumpai di antara kaum muslimin yang memiliki kepedulian terhadap masalah-masalah umat, memperhatikan hak-hak sesamanya, senantiasa berkecimpung dalam kegiatan-kegiatan lslami, namun terkesan mengabaikan ibadah mahdhah (ritual) nya.
Di lain hal terkadang tidak jarang pula kita lihat ketidak harmonisan sikap dan hubungan antara kedua kelompok di atas, di mana masing-masing bersikap sinis satu sama lain. Masing-masing mengklaim bahwa amal shaleh yang mereka lakukanlah yang lebih utama.
Dalam hal ini. Imam Ibnu Qayyim al Jauziyah dalam bukunya I’dad al Shabirin wa dzakirat al Syakirin, mengingatkan agar supaya suatu kelompok janganlah terlalu bangga dengan ibadah dan amal shaleh yang mereka kerjakan, serta menyatakan bahwa merekalah yang paling utama dalam menjalankan sunnah Nabi ketimbang kelompok lain. Kata beliau selanjutnya.
“Jika para mujahid dan orang~orang yang terjun ke medan perang berhujjah bahwa merekalah kelompok ‘yang paling utama, maka kelompok orang-orang yang berilmu juga berhak untuk berhujjah seperti itu. Jika orang-orang yang berzuhud dan meninggalkan keduniawian berhujjah bahwa inilah kelebihan Rasul yang mereka teladani. maka orang-orang yang aktif menekuni keduniaan, mengurusi masyarakat, pemerintahan, memimpin rakyat, melaksanakan perintah-Nya dalam menegakkan agama-Nya juga berhak untuk berhujjah. Jika orang miskin yang sabar berhujjah bahwa mereka mengikuti sifat mulia Nabi, maka orang kaya yang bersyukur juga berhak untuk berhujjah seperti itu…”
Sehingga Ibnu Qayyim berkata. “Yang paling berhak atas diri Rasulullah dalam meneladaninya adalah orang yang paling mengetahui sunnah beliau dan kemudian mengamalkannya”.
Dari ungkapan Ibnu Qayyim di atas tersirat sebuah pengertian bahwa ibadah dan amal shaleh bukan sekedar mu‘amalah ma‘allah semata, atau sebaliknya mu’amalah ma‘annas saja. Melainkan merupakan mu‘amalah yang kaaffah (totalitas), baik terhadap Allah maupun sesama makhluk. Sehingga keshalehan dalam Islam haruslah komplit, meliputi kedua aspek keshalehan tersebut. yakni keshalehan ritual (Hablun Minallah) dan keshalehan sosial (Hablun Minannas).
Gambaran komplit tentang keshalehan yang kaaffah ini dapat dilihat dari ibadah shalat yang dapat mencegah seseorang dari perbuatan keji dan munkar.
Begitu pula ibadah puasa yang mendidik seseorang untuk bersikap toleran dan peduili terhadap kesusahan orang lain. Kedua contoh ibadah tersebut ( sholat dan puasa ) mengandung dua aspek keshalehan sekaligus, baik aspek ritual maupun sosial.
Keshalehan yang kaaffah ibarat air yang bersih dan suci, yang di dalam istilah fiqih adalah air yang “Thaahirun linafsihi wa muthahhirun lighairihi” (Suci bagi dzatnya sendiri dan mensucikan bagi yang lainnnya). Air ini tidak hanya hersih. tapi juga dapat digunakan untuk berthaharah (bersuci) seperti wudlu misalnya. Dan tidak semua air bersih dapat digunakan untuk berthaharah, seperti air kelapa, air teh dan sebagainya.
Untuk itu selayaknyalah setiap muslim meraih predikat keshalehan yang kaffah ini, sehingga ia tidak hanya shaleh secara ritual, dalam artian taat beribadah kepada Allah. Namun ia juga shaleh secara sosial, dalam artian senantiasa beramal shaleh terhadap sesamanya. Sehingga ia mampu menciptakan kemaslahatan bagi sesama. Ia disamping mampu menasehati dirinya sendiri, juga mampu menasehati orang lain. Namun jangan sampai hanya rnampu menasehati orang lain, tetapi tidak mampu menasehati diri sendiri.
¬Allah SWT berfirman: “Mereka diliputi kehinaan di mana saja rnereka berada, kecuali jika mereka berpegang kepada tali (agarna) Allah (Hablun Minallah) dan tali (perjanjian) dengan manusia (Hablun Minannas)” (Q.S. Ali Imran: 112).


Dikutip dari BUYA H.MAS’OED ABIDIN’s Weblog










Catatan :
Dari artikel yang diuraikan oleh Buya H.Mas’oed Abidin di atas dapat kita pahami betapa erat kaitan antara Iman dan amal sholeh dalam kehidupan sehari-hari. Keberiringan antara keduanya sangat penting dan seakan diwajibkan. Firman Allah SWT dalam surat Al Bayyinah ayat 7 dijelaskan bahwa orang yang beriman kepada Allah sekaligus menjalankan amal sholeh maka akan mendapatkan predikat “ sebaik-baik makhluk “ dimata Allah SWT.
Jika ditinjau dari segi artinya, beriman adalah meyakini akan keesaan dan keberadaan Allah SWT di dalam hati, kemudian mengucapkannya dengan lisan berupa kalimat syahadad serta mengamalkannya dalam amal perbuatan.
Bentuk aplikasi nyata dari mengamalkan dalam amal perbuatan adalah dengan melakukan amal sholeh dalam kehidupan kita sehari-hari. Amal sholeh disini adalah hablun minallah dan hablun minannas. Amal sholeh yang kita lakukan adalah amal sholeh yang kaaffah ( totalitas ) antara keduanya dan berbasis iman kepada Allah SWT. Karena jika kita berbuat amal kesholehan tetapi hati kita tidak beriman atau tidak dengan tujuan kepada Allah SWT, maka sudah pasti amal kita tidak akan mendapatkan ridho dan pahala dari Allah SWT.
Kaitan antara iman dan amal shaleh juga tergambar dalam firman Allah SWT surat Al Baqarah ayat 2-3 yang artinya : “ kitab ( Al Qur’an ) ini tidak ada keraguan padanya,petunjuk bagi mereka yang bertakwa.(yaitu) mereka yang beriman kepada yang Ghaib, melaksanakan shalat, dan menginfakkan sebagian rizki yang Kami berikan kepada mereka.
Di dalam ayat ini dijelaskan bahwa perbuatan amal shaleh seperti shalat yang merupakan amal shaleh terhadap Allah dan menafkahkan harta yang merupakan amal shaleh terhadap sesama manusia, terlaksana setelah seseorang beriman kepada Allah SWT. Dengan demikian jelaslah bagi kita bahwa iman yang benar adalah yang senantiasa diiringi dengan perbuatan amal shaleh.
Di dalam Al Qur’an banyak kita temukan perintah untuk beriman dan beramal sholeh yang ditulis secara beriringan. Ayat-ayat ini menggambarkan betapa eratnya kaitan antara keimanan seseorang denagan amal sholeh yang mereka kerjakan. Diantara ayat-ayat tersebut adalah :
“Barangsiapa yang mengerjakan amal sholeh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.” (QS: An-Nahl: 97)
“Demi masa.Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian,kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.” (QS Al-‘Ashr 1-3)
“Sesungguhnya orang-orang mukmin, orang-orang Yahudi, orang-orang Nasrani dan orang-orang Shabiin, siapa saja di antara mereka yang benar-benar beriman kepada Allah, hari kemudian dan beramal saleh, mereka akan menerima pahala dari Tuhan mereka, tidak ada kekhawatiran terhadap mereka, dan tidak (pula) mereka bersedih hati.” (QS: Al-Baqarah: 62)
“Dan dimasukkanlah orang-orang yang beriman dan beramal saleh ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya dengan seizin Tuhan mereka. Ucapan penghormatan mereka dalam surga itu ialah “salaam”"(QS: Ibrahim: 23)
“Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal saleh, mereka diberi petunjuk oleh Tuhan mereka karena keimanannya, di bawah mereka mengalir sungai-sungai di dalam surga yang penuh kenikmatan.”(QS: Yunus: 9)
“Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang saleh bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang yang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka berada dalam ketakutan menjadi aman sentosa. Mereka tetap menyembah-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apa pun dengan Aku. Dan barang siapa yang (tetap) kafir sesudah (janji) itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik.” (QS: An-Nur: 55)
“Dan barang siapa datang kepada Tuhannya dalam keadaan beriman, lagi sungguh-sungguh telah beramal saleh, maka mereka itulah orang-orang yang memperoleh tempat-tempat yang tinggi (mulia),”(QS: Thaahaa: 75)
“Hai orang-orang yang beriman, rukuklah kamu, sujudlah kamu, sembahlah Tuhanmu dan perbuatlah kebajikan, supaya kamu mendapat kemenangan. Dan berjihadlah kamu pada jalan Allah dengan jihad yang sebenar-benarnya. Dia telah memilih kamu dan Dia sekali-kali tidak menjadikan untuk kamu dalam agama suatu kesempitan. (Ikutilah) agama orang tuamu Ibrahim. Dia (Allah) telah menamai kamu sekalian orang-orang muslim dari dahulu, dan (begitu pula) dalam (Al Qur’an) ini, supaya Rasul itu menjadi saksi atas dirimu dan supaya kamu semua menjadi saksi atas segenap manusia, maka dirikanlah sembahyang, tunaikanlah zakat dan berpeganglah kamu pada tali Allah. Dia adalah Pelindungmu, maka Dialah sebaik-baik Pelindung dan sebaik-baik Penolong.” (QS: Al-Hajj: 77-78)
“Hai orang-orang yang beriman, mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan (mengerjakan) salat, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar. “ (QS: Al-Baqarah: 62)
“(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram.Orang-orang yang beriman dan beramal saleh, bagi mereka kebahagiaan dan tempat kembali yang baik.” (QS. Ar-Ra’d: 28-29)
“Sesungguhnya orang-orang yang beriman hanyalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya kemudian mereka tidak ragu-ragu dan mereka berjihad dengan harta dan jiwa mereka pada jalan Allah, mereka itulah orang-orang yang benar. Katakanlah (kepada mereka): “Apakah kamu akan memberitahukan kepada Allah tentang agamamu (keyakinanmu), padahal Allah mengetahui apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu”. Mereka merasa telah memberi nikmat kepadamu dengan keislaman mereka. Katakanlah: “Janganlah kamu merasa telah memberi nikmat kepadaku dengan keislamanmu, sebenarnya Allah Dialah yang melimpahkan nikmat kepadamu dengan menunjuki kamu kepada keimanan jika kamu adalah orang-orang yang benar”.Sesungguhnya Allah mengetahui apa yang gaib di langit dan di bumi. Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan. (Al-Hujurat : 15-18).
“Dan barangsiapa yang menta’ati Allah dan Rasul(Nya), mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi ni’mat oleh Allah, yaitu : Nabi-nabi, para shiddiiqiin, syuhadaa’, dan orang-orang shalih. Dan mereka itulah teman yang sebaik-baiknya. “(QS An-Nisaa’ 69).
“Dan orang-orang yang beriman dan beramal saleh, benar-benar akan Kami hapuskan dari mereka dosa-dosa mereka dan benar-benar akan Kami beri mereka balasan yang lebih baik dari apa yang mereka kerjakan.“(QS: Al-Ankabut: 7)
Jadi, beriman dan mengerjakan amal sholeh merupakan suatu bentuk pengabdian kita secara kaaffah ( totalitas ) sebagai hamba Allah. Apabila kita hanya menjalankan salah satu diantara keduanya maka kita tidak akan bisa mendapatkan ridho Allah SWT.



Kesimpulannya :
“Iman itu suatu bentuk pengakuan kita akan keberadaan Allah SWT sedangkan amal sholeh adalah bentuk aplikasi nyata yang kita lakukan untuk menunjukkan kesungguhan pengabdian terhadap apa yang telah kita imani atau bisa dikatakan iman merupakan pijakan atau dasar kita dalam melaksanakan berbagai amalan-amalan sholeh”.


PENDIDIKAN AGAMA


.

TUGAS PENDIDIKAN AGAMA
KERANGKA DASAR AJARAN ISLAM



Oleh :

Nama Mahasiswa : Novita Fitriatul Aini Wibowo
Jurusan : Biologi
NIM : M0411050




FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS SEBELAS MARET
SURAKARTA
2011

KERANGKA DASAR AJARAN ISLAM

A. Agama dan ruang lingkupnya
Agama merupakan peratura- peraturan yang berupa hukum yang harus dipatuhi baik perintah maupun larangan. Adapun unsur-unsur penting yang terdapat dalam setiap agama adalah sebagai berikut :
1. Kekuatan ghaib
2. Keyakinan manusia akan kekuasaan kekuatan ghaib tersebut
3. Respons yang bersifat emosional dari manusia baik berupa perasaan takut ataupun perasaan cinta
4. Paham adanya yang kudus ( the sacred ) dan suci seperti kitab suci dan tempat-tempat ibadah

B. Islam : Arti dan sejarah perkembangannya
Islam adalah agama samawi yang diturunkan oleh Allah SWT melalui Nabi Muhammad SAW yang ajarannya terdapat dalam kitab Al Qur’an dan As Sunnah dalam bentuk perintah-perintah, larangan-larangan, dan petunjuk-petunjuk untuk kebaikan manusia baik di dunia maupun di akhirat.

Sejak aawal penciptaan manusia Allah telah menurunkan agama pada umat manusia yang dibawa oleh seorang rosul pada setiap masa tertentu dan bangsa tertentu.Nabi Muhammad SAW adalah nabi dan rosul terakhir yang diutus Allah SWT untuk membawa agama islam bagi seluruh umat manusia dan berlaku untuk sepanjang zaman. Tujuannya adalah supaya manusia dapat mencapai keselamatan, kesejahteraan, dan kebahagiaan dalam segala aspek kehidupan dunia dan akhirat, baik material maupun spiritual.




C. Karakteristik agama islam
Ajaran agama islam mempunyai tujuh karakteristik yaitu :
1. Ajarannya sederhana, rasional, dan praktis
2. Kesatuan antara kebendaan dan kerohanian
3. Sebagai petunjuk di seluruh bidang kehidupan manusia
4. Keseimbangan antara individu dan masyarakat
5. Keuniversalan dan kemanusiaan
6. Ketetapan dan perubahan
7. Al Qur’an sebagai pedoman yang terjaga kesuciannya

D. Aqidah, Syari’ah, Akhlak dan hubungannya
1. Akidah
Akidah islam di dalam Al Qur’an disebut iman. Iman tidak hanya dipercayai atau diucapkan saja, melainkan sesuatu yang harus dibuktikan dalam amalan perbuatan.

a. Fungsi dan peranan aqidah
 Menuntun dan mengembangkan dasar ketuhanan manusia yang dimiliki manusia sejak lahir
 Memberikan ketenangan dan ketentraman jiwa
 Memberikan pedoman hidup yang pasti

b. Tingkatan aqidah
1) Tingkat taklid
2) Tingkat ilmu yakin
3) Tingkat ‘ainul yakin
4) Tingkat haqqul yakin

2. Syariat
Syariat adalah segala sesuatu yang diturunkan Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW yang berbentuk wahyu yang terdapat dalam Al Qur’an dan As Sunnah. Syariat islam menyangkut dua persoalan pokok yaitu :
a. Ibadah khusus ( ibadah Mahdlah ) yaitu ibadah yang pelaksanaannya telah dicontohkan langsung oleh Nabi Muhammad SAW
b. Ibadah umum ( ibadah Ghairu Mahdlah ), Ibadah ini disebut mu’amalat yaitu bentuk peribadatan yang bersifat umum dan pelaksanannya tidak seluruhnya diberikan contoh langsung oleh Nabi Muhammad SAW. Beliau hanya meletakkan prinsip-prinsip dasar, sedangkan pengembangannya diserahkan kepada kemampuan dan daya jangkau pikiran umat.

Syariat islam bertujuan agar umat manusia dapat mencapai kemaslatan. Menurut Imam Ghazali, kemaslatan bagi manusia akan tercapai apabila tercapai lima hal,yaitu : terpeliharanya jiwa, akal, keturunan, dan harta.

3. Akhlak
Akhlak adalah suatu keadaan yang melekat pada jiwa manusia, yang dari padanya lahir perbuatan-perbuatan dengan mudah tanpa melalui proses pemikiran, pertimbangan, atau penelitian. Jika keadaan itu menimbulkan hal yang terpuji menurut syara’, maka disebut akhlak baik. Sedangkan jika yang dihasilkan adalah hal yang tidak baik maka disebut akhlak yang buruk.
Suatu perbuatan bisa disebut akhlak jika memenuhi syarat di bawah ini :
1. Perbuatan itu dilakukan berulang-ulang
2. Perbuatan itu timbul dengan mudah tanpa dipikirkan terlebih dahulu sebagai suatu kebiasaan
Cirri-ciri akhlak islam :
 Kebaikannya bersifat mutlak ( al khairiyah al mutlaqoh )
 Kebaikannya bersifat menyeluruh ( as salahiyyah al ‘ammah )
 Bersifat tetap, langgeng, dan mantap
 Berbentuk kewajiban yang harus dipatuhi ( ai ilzam al mustajab )
 Berwujud pengawasan yang menyeluruh ( al raqabah al muhitoh )

BAHASA INDONESIA


.

BOYBAND DAN GIRLBAND JAWA SEBAGAI SARANA MELESTARIKAN BUDAYA JAWA DAN MENUMBUHKAN JIWA NASIONALISME REMAJA INDONESIA






Disusun oleh :

Nama : Novita Fitriatul Aini Wibowo
NIM : M0411050
Jurusan : Biologi




JURUSAN BIOLOGI
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS SEBELAS MARET
SURAKARTA
2012
PENDAHULUAN

A. Latar belakang

Fenomena yang terjadi baru-baru ini adalah demam boyband dan girlband Korea yang sedang melanda dunia. Di Indonesia sendiri boyband dan girlband Korea menjadi perbincangan mengasikkan di kalangan remaja. Hampir semua remaja di seluruh Indonesia mengetahui dan mengidolakan boyband dan girlband Korea. Bahkan mereka sudah membuat suatu komunitas atau kelompok khusus bagi para pecinta dan penggemar boyband dan girlband Korea. Para penggemar fanatik boyband dan girband Korea menamakan mereka dengan sebutan k-pop lovers. Mereka sering mengadakan suatu perkumpulan untuk tukar pikiran mengenai info terbaru dari boyband dan girlband favorit mereka. Media massa, khususnya televisi berperan penting terhadap menjamurnya boyband dan girlband di Indonesia. Seperti yang kita ketahui bahwa setiap hari sebagian besar stasiun televisi di Indonesia menampilkan boyband dan girlband Korea sehingga dengan mudah para remaja dapat menyaksikannya. Menjamurnya boyband dan girlband Korea di Indonesia menimbulkan berbagai dampak negatif bagi para remaja Indonesia dan bagi bangsa Indonesia sendiri. Citra plagiat semakin menempel kepada bangsa Indonesia karena dengan banyaknya boyband dan girlband Indonesia yang menjiplak konsep boyband dan girlband Korea. Boyband dan girlband Korea identik dengan para penyanyi yang cakep dan keren. Hal ini membuat para remaja Indonesia berlomba-lomba mengubah penampilan mereka seperti boyband dan girlband Korea. Mulai dari style berpakain yang meniru orang Korea seperti memakai hotpant terbuka. Pakaian ini tentunya sangat bertentangan dengan budaya ketimuran bangsa Indonesia yang sopan dan pakaian tertutup sehingga menimbulkan kesan kesederhanaan. Tak sedikit remaja yang mengecat rambut mereka menjadi warna pirang agar seperti orang Korea. Dengan menjamurnya boyband dan girlband Korea di Indonesia juga menjadikan bahasa Korea berkembang di Indonesia. Di kalangan para penggemar boyband dan girlband Korea mereka sering menggunakan bahasa Korea dalam berkomunikasi dengan sesama. Dalam kehidupan sehari-hari bahasa Korea telah menggeser bahasa Indonesia. Kemudian demam boyband dan girlband Korea juga berdampak buruk terhadap menurunnya jiwa nasionalisme di kalangan remaja Indonesia. Bahkan mereka lebih memilih mempelajari budaya Korea dari pada budaya Indonesia sendiri. Padahal remaja bertugas untuk melestarikan budaya bangsa Indonesia. Untuk menghindari dan mencegah berbagai dampak negatif yang ditimbulkan oleh menjamurnya boyband dan girlband Korea di Indonesia maka kami mempunyai gagasan untuk menbuat boyband dan girlband jawa. Boyband dan girlband ini mempunyai konsep unik dan kultural dengan mengedepankan unsur daerah asli bangsa Indonesia baik dari segi pakaian, dance, maupun lagu yang dinyanyikan. Boyband dan girlband ini diharapkan bisa mengambil hati para remaja Indonesia supaya mereka lebih bisa mencintai budaya bangsa Indonesia serta meningkatkan jiwa kreativitas mereka.

B. Rumusan masalah

1. Bagaimana peran media masa terhadap menjamurnya boyband dan girlband Korea di Indonesia?
2. Apa dampak negatif dari menjamurnya boyband dan girlband Korea terhadap jiwa nasionalisme remaja Indonesia?
3. Bagaimana cara mengantisipasi menjamurnya boyband dan girlband Korea di Indonesia?
4. Bagaimana cara menumbuhkan rasa cinta terhadap budaya Indonesia pada remaja Indonesia?



C. Tujuan penulisan

1. Mengetahui peran media masa terhadap menjamurnya boyband dan girlband Korea di Indonesia.
2. Mengetahui dampak negatif dari menjamurnya boyband dan girlband Korea terhadap jiwa nasionalisme remaja Indonesia.
3. Mengetahui cara mengantisipasi menjamurnya boyband dan girlband Korea di Indonesia.
4. Mengetahui cara menumbuhkan rasa cinta terhadap budaya Indonesia pada remaja Indonesia.

D. Manfaat

1. Dapat mengetaui peran media masa terhadap menjamurnya boyband dan girlband Korea di Indonesia.
2. Dapat mengetahui dampak negatif dari menjamurnya boyband dan girlband Korea terhadap jiwa nasionalisme remaja Indonesia.
3. Dapat mengetahui cara mengantisipasi menjamurnya boyband dan girlband Korea di Indonesia.
4. Dapat mengetahui cara menumbuhkan rasa cinta terhadap budaya Indonesia pada remaja Indonesia.



AAI


.

MAKALAH ASISTENSI AGAMA ISLAM ( AAI )
LONG LIFE EDUCATION IN ISLAM






Disusun oleh :

Nama Mahasiswa : Novita Fitriatul Aini Wibowo
Jurusan : Biologi
NIM : M0411050





JURUSAN BIOLOGI
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS SEBELAS MARET
SURAKARTA
2011


KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Allah Subhanahu Wa Ta’ala karena berkat Kasih SayangNya penulis dapat menyusun makalah ini yang berjudul "Long Life Education in Islam" tepat pada waktunya.
Penulis menyadari bahwa di dalam pembuatan makalah ini berkat bantuan dan tuntunan Allah Subhanahu Wa Ta’ala dan tidak lepas dari bantuan berbagai pihak, untuk itu dalam kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang membantu dalam pembuatan makalah ini.
Penulis berharap semoga makalah ini dapat memberikan manfaat kepada para pembaca. Penulis menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kesempurnaan baik dari bentuk penyusunan maupun materinya. Kritik dan saran dari pembaca sangat penulis harapkan untuk penyempurnaan makalah selanjutnya.





Surakarta, 14 Desember 2011

Penulis








BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar belakang

Pendidikan merupakan kebutuhan bagi semua orang. Dalam ajaran agama Islam pendidikan mendapat posisi yang sangat penting dan tinggi. Karenanya, umat Islam mempunyai perhatian yang tinggi terhadap pelaksanaan pendidikan untuk kepentingan masa depan umat Islam.
Agama Islam memiliki substansi ajaran yang diakui lebih sempurna dan kompherhensif dibandingkan dengan agama-agama lainnya yang pernah diturunkan Allah SWT sebelumnya. Karena agama islam dipersiapkan untuk menjadi pedoman hidup manusia sampai akhir zaman. Islam tidak hanya mengatur cara mendapatkan kebahagiaan hidup di akhirat, ibadah dan penyerahan diri kepada Allah saja, melainkan juga mengatur cara mendapatkan kebahagiaan hidup di dunia termasuk di dalamnya mengatur masalah pendidikan. Sumber untuk mengatur kehidupan dunia dan akhirat tersebut adalah al Qur’an dan al Sunnah.
Sebagai sumber ajaran, al Qur’an sebagaimana telah dibuktikan oleh para peneliti ternyata menaruh perhatian yang besar terhadap masalah pendidikan dan pengajaran. Demikian pula dengan al Hadist, sebagai sumber ajaran Islam, diakui memberikan perhatian yang amat besar terhadap masalah pendidikan. Nabi Muhammad SAW, telah mencanangkan program pendidikan seumur hidup ( long life education ).

B. Rumusan masalah
1. Apakah yang dimaksud long life education?
2. Apakah peran islam dalam proses long life education?
3. Apakah manfaat dari Long life education?


C. Tujuan
1. Untuk mengetahui maksud dari long life education
2. Untuk mengetahui peran islan dalam proses long life education
3. Untuk mengetahui manfaat dari long life education

D. Manfaat
1. Dapat memahami maksud dari long life education
2. Dapat mengetahui peran islam dalam proses long life education
3. Dapat mengetahui manfaat dari long life education






















BAB II
LONG LIFE EDUCATION IN ISLAM

A. Pengertian
Long life education adalah suatu proses pendidikan jangka panjang atau proses pendidikan seumur hidup yang dilakukan oleh manusia. Long life education adalah suatu konsep yang menekankan bahwa belajar itu tidak hanya berlangsung pada masa tertentu, ruang tertentu, ataupun pada tempat tertentu. Tapi lebih dari itu, dikatakan bahwa belajar dalam arti sebenarnya adalah sesuatu yang berlangsung sepanjang kehidupan seseorang. Konsep belajar seumur hidup atau long life education sering pula dikatakan sebagai belajar berkesinambungan (continuing learning). Karena ilmu tidak akan akan ada habisnya. Semakin banyak kita mencari ilmu maka akan semakin kita merasa kurang akan ilmu yang lain. Long life education ini menegaskan bahwa pada hakekatnya pendidikan itu tidak mengenal akhir. Agama islam juga mewajibkan seluruh umat islam untuk belajar seumur hidup.

B. Kewajiban menuntut ilmu
Long life education atau belajar seumur hidup merupakan kewajiban setiap umat islam tidak mengenal usia, status, ruang dan waktu serta yang lainnya. Orang kaya, orang miskin, tua, muda, besar, kecil, kulit hitam, ataupun kulit putih, semuanya wajib menuntut ilmu. Jika kita telisik, konsep long life education sesungguhnya telah lama ada dalam ajaran Islam sesuai dengan hadist Nabi Muhammad SAW yang artinya : ”Tuntutlah ilmu oleh kalian mulai sejak di buaian hingga liang lahat”. (Al-hadis)
Dari hadits di atas dapat dipahami bahwa aktivitas belajar seumur hidup atau long life education telah menjadi bagian dari kehidupan kaum muslimin. Dan setiap kaum muslimin wajib untuk melaksanakannya. Di dalam Al-Quran dan Al-Hadist juga terdapat beberapa perintah yang mewajibkan bagi setiap muslim baik laki-laki maupun perempuan untuk menuntut ilmu. Salah satu kewajiban menuntut ilmu terdapat dalam hadist Nabi Muhammad SAW:
“Menuntut ilmu adalah fardhu bagi tiap-tiap muslim, baik laki-laki maupun perempuan”. (HR. Ibnu Abdulbari)
Dari hadist ini kita memperoleh pengertian, bahwa agama Islam mewajibkan pemeluknya agar menjadi orang yang berilmu dan berpengetahuan agar dapat memecahkan persoalan hidup di dunia maupun untuk bekal di akhirat nanti.
Nabi Muhammad SAW bersabda:
“Barang siapa menginginkan soal-soal yang berhubungan dengan dunia, wajiblah ia memiliki ilmunya dan barang siapa yang ingin (selamat dan berbahagia) di akhirat wajiblah ia mengetahui ilmunya pula dan barang siapa yang meginginkan kedua-duanya wajiblah ia memiliki ilmu kedua duanya pula” (HR. Bukhari dan Muslim).
Long life education dalam islam bertujuan agar umat islam senantiasa mengup-grade ilmu yang mereka miliki dan supaya kaum muslimin terhindar dari belenggu kebidohan. Karena kebodohan merupakan sebab utama seseorang terjerumus ke dalam kemaksiatan dan kefasikan, bahkan ke dalam kemusyrikan atau kekafiran. Syeikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata: “Kebaikan anak Adam adalah dengan iman dan amal shalih, dan tidaklah mengeluarkan mereka dari kebaikan, kecuali dua perkara: Pertama: Kebodohan, kebalikan dari ilmu, sehingga orang-orangnya akan menjadi sesat. Kedua: Mengikuti hawa-nafsu dan syahwat, yang keduanya ada di dalam jiwa. Sehingga orang-orang akan mengikuti hawa-nafsu dan dimurkai (oleh Allah)”. (Majmu’ Fatawa 15/242)
Dari hadits di atas dapat diketahui bahwa kebodohan akan dapat mengeluarkan umat islam dari kebaikan. Maksudnya, apabila umat islam itu bodoh maka ia tidak akan bisa membedakan mana yang benar dan mana yang salah secara haq. Sehingga ia tidak akan mendapatkan suatu kebaikan dari apa yang ia lakukan.
Kemudian dilihat dari segi ibadah, menuntut ilmu itu sangat tinggi nilai dan pahalanya, sebagaimana sabda Nabi Muhammad SAW:
“Sungguh sekiranya engkau melangkahkan kakinya di waktu pagi (maupun petang), kemudian mempelajari satu ayat dari Kitab Allah (Al-Quran), maka pahalanya lebih baik daripada ibadat satu tahun”.
Menuntut ilmu sendiri sangat tinggi nilainya dilihat dari segi
ibadah dikarenakan amal ibadah yang tidak dilandasi dengan ilmu yang
berhubungan dengan itu, akan sia-sialah amalnya. Menurut Syaikh Ibnu Ruslan :
“Siapa saja yang beramal (melaksanakan amal ibadat) tanpa ilmu, maka amalannya akan akan sia-sia.”
Dalam ajaran Islam pembelajaran sudah dimulai ketika seorang bayi masih berada dalam rahimnya, dalam konsep ini jelas bahwa Islam memang sangat memperhatikan umatnya untuk senantiasa belajar. Kemudian dalam Islam dijelaskan berdasarkan hadist Rasulullah SAW yang berbunyi : “Setiap anak dilahirkan dalam keadaan fitrah maka kedua orang tuanyalah yg menjadikannya sebagai Yahudi Nasrani atau Majusi.” Dalam hadis ini jelas bahwa peran orang tua dalam keluarga sangatlah penting untuk mendidik putra-putrinya, orang tuanyalah yang akan membentuk pribadi anaknya dalam lingkungan keluarga. Karena tempat belajar yang pertama bagi seorang manusia adalah lingkungan keluaraga. Tahap ini merupakan tahap yang paling menentukan seorang anak untuk pembentukan karakter. Tahap ini merupakan tahap penanaman dasar-dasar kehidupan pada diri seorang anak.

C. Manfaat long life education
Allah Subhanahu Wa Ta’ala akan mengangkat derajat orang-orang yang berilmu dan beriman beberapa derajat, itu artinya betapa Allah menghargai orang yang berilmu karena dengan ilmu pula orang akan lebih mampu mengenal Allah dan lebih banyak mendekatkan diri padanya dengan ibadah.
Orang yang berilmu akan dapat memahami ajaran islam secara kaffah. Sehingga orang yang berilmu akan bisa menjalankan amal ibadah yang diperintahkan oleh Allah dengan lebih baik dibandingkan dengan orang yang tidak ataupun kurang memiliki banyak ilmu. Orang yang berilmu juga akan dapat memajukan agama islam dengan pemikiran-pemikiran dan kecerdasan yang ia miliki. Sehingga dapat membawa islam menuju kejayaan. Sebaliknya apabila semua orang islam itu tidak berilmu maka agama islam tidak akan maju dan mudah digejolakkan oleh orang-orang yang membenci islam. Jadi peran ilmu sangatlah penting dalam menjaga eksistensi agama islam. Selain itu, manfaat lain apabila semua orang islam memmiliki kecerdasan dan ilmu yang tinggi, maka akan banyak orang non islam yang akan tertarik untuk masuk agama islam.
Dikatakan bahwa agama adalah milik orang yang berilmu. Karena hanya orang yang berilmu yang dapat mengkaji isi dari ajaran agama islam. Seperti yang kita tahu bahwa sumber utama ajaran islam adalh Al Qur’an dimana Al Qur’an adalah sebagai pedoman hidup umat islam yang kekeal sepanjang masa dan dijaga kemurniannya oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Di dalam Al Qur’an telah tertulis berbagai inti dari ajaran islam, selain itu juga terdapat ilmu-ilmu umum lainnya, seperti ilmu alam. Oleh karena itu diperlukan orang yang berilmu untuk mengkaji ilmu science yang tertulis di dalam Al Qur’an.
Menuntut ilmu akan mendatangkan berbagai manfaat bagi umat islam yang melaksanakannya secara ikhlas dan sungguh-sungguh dengan tutjuan untuk mencari ridho Allah semata. Beberapa manfaat dari menuntut ilmu adalah sebagai berikut :
1. Allah memudahkan jalan ke sorga bagi orang yang menuntut ilmu.
2. Malaikat membentangkan sayap-sayap mereka karena ridha terhadap thalibul ilmi.
3. Seorang ‘alim dimintakan ampun oleh siapa saja yang ada di langit dan di bumi, dan oleh ikan-ikan di dalam air.
4. Keutamaan seorang ‘alim atas ahli ibadah seperti keutamaan bulan purnama daripada seluruh bintang-bintang.
5. Para ulama itu pewaris para Nabi.
Dengan banayaknya manfaat yang akan didapatkan oleh orang yang menuntut ilmu. Maka sebagai seorang muslim hendaknya hal ini menjadi motivasi tersendiri bagi kita untuk lebih giat dalam menuntut ilmu. Baik itu ilmu umum ataupun ilmu agama. Karena Allah tidak tidak hanya menyuruh kita untuk menuntut ilmu salah satu diantara kedua ilmu itu. Tapi kita diperintahkan untuk menuntut ilmu keduanya.
Dengan terus menerus belajar, seseorang tidak akan ketinggalan zaman dan dapat memperbaharui pengetahuannya, terutama bagi mereka yang sudah berusia lanjut. Dengan pengetahuan yang selalu diperbaharui ini, mereka tidak akan terasing dari generasi muda, tetap dapat memberikan sumbangannya bagi kehidupan di lingkungannya.
Long life education juga dapat mencegah kepikunan. Para ilmuwan dari Inggris dan Finlandia menemukan bahwa tetap aktif sampai usia lanjut sangatlah penting. Berdasarkan penelitian mereka, diketahui bahwa orang-orang yang lebih lama menempuh pendidikan lebih mampu mengimbangi efek demensia pada otak. Selama satu dekade terakhir, studi mengenai demensia atau kepikunan secara konsisten menunjukkan, lebih lama kita menuntut ilmu, makin rendah resiko terkena demensia. Studi terkini terhadap 872 orang yang mengikuti studi jangka panjang mengenai penuaan membuktikan hal tersebut.
Long life education adalah kunci untuk menjawab semua tantangan zaman. Apalagi di era globalisasi seperti ini dibutuhkan ilmu untuk dapat bersaing dengan agama lain. Dan ilmu juga dibutuhkan untuk membentengi kita dari pengaruh agama lain.







BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Pendidikan adalah hal yang wajib bagi semua umat islam. Karena pendidikan dapat menghantarkan umat islam mencapai derajat yang lebih tinggi. Selain itu dengan pendidikan yang baik kita dapat meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Alla Subhanahu Wa Ta’ala dan membawa islam menuju kejayaan.

B. Saran
1. Sebagai umat islam kita hendaknya mengimplementasikan prinsip long life education dalam islam di kehidupan kita sehari-hari dengan penuh kesungguhan dan keikhlasan semata-mata untuk mendapatkan ridho Allah Subhanahu wa Ta’ala.
2. Sebagai seorang muslim yang baik hendaknya kita saling mengingatkan antar sesama dalam kebaikan khususnya dalam menuntut ilmu.















REFERENSI

Tafsir, Ahmad. 2008. Ilmu Pendidikan Dalam Perspektif Islam. PT Remaja Rosdakarya: Bandung.
Zuhairini, dkk. 1997. Sejarah Pendidikan Islam. Bumi Aksara: Jakarta.
Salim Bahreisy, H. 1980. Sejarah Hidup Nabi-Nabi. Bina Ilmu: Surabaya.
http://afika.blog.fisip.uns.ac.id/2010/12/17/long-live-education-in-islam/ diakses pada rabu,14 Desember 2011 pukul 04.51 WIB